Rabu, 04 April 2012

pengertian, sifat, funsi peranan dan delugasi bank di Indonesia

BANK
Secara umum pengertian bank adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan yang umumnya didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau yang dikenal sebagai banknote.
Pengertian bank menurut Undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 Tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
Bank meliki berapa Fungsi-funsi antara lain: Melaksanakan kebijakan moneter dan keuangan, Memberi nasehat pada pemerintah untuk soal-soal moneter dan keuangan, Melakukan pengawasan, pembinaan,dan pengaturan perbankan;
Deregulasi perbankan adalah keadaan dimana terjadinya perubahan peraturan dalam perbankan, khususnya di Indonesia. Hal ini terjadi karena belum tangguhnya keadaan perbankan Indonesia, disebabkan perbankan Indonesia adalah warisan dari negara penjajah di Indonesia sehingga tidak memiliki kemampuan untuk mengelola perbankan dengan baik dan Indonesia memang tidak didasari untuk belajar dari negara-negara lain yang sudah lebih lama mengatur soal bank.
Deregulasi ini dimaksudkan dengan tujuan membuat suasana perbankan di Indonesia lebih stabil. Maka dibuatlah kebijakan – kebijakan yang mengatur tentang perbankan Indonesia. Mulai dari 1 juni tahun 1983 yang memberikan keleluasaan kepada bank-bank untuk menentukan suku bunga deposito. Dilanjutkan dengan Paket Kebijakan 27 Oktober 1988 (Pakto 88) hanya dengan modal Rp 10 milyar maka seorang pengusaha bisa membuka bank baru sehingga pada masa itu meledaklah jumlah bank di Indonesia. Lalu Paket Februari 1991 (Paktri) yang berupaya mengatur pembatasan dan pemberatan persyaratan perbankan dengan mengharuskan dipenuhinya persyaratan permodalan minimal 8 persen dari kekayaan sehingga diharapkan peningkatan kualitas perbankan Indonesia. UU Perbankan baru No 7 menggarisbawahi soal peniadaan pemisahan perbankan berdasarkan kepemilikan.

Senin, 21 November 2011

perencanaan sistem informasi untuk informasi akuntansi

untuk pengamanan sistem informasi akuntansi di butuhkan hal hal sebagai berikut :
1.buat password pada sistem komputer keuangan perusahaan
2.copy semua data yang berhubungan dengan keuangan perusahaan
3.jika ada masalah buat penanganan masalah dengan menggunakan flowchart sistem
4.rekap semua data pegawai
5.cek kehadiran semua pegawai

pengenalan sistem informasi komputer dan sistem informasi akuntansi

Sistem Informasi (SI) - atau lanskap aplikasi[1] - adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen.[2] Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis.
Dan komputer adalah alat bantu untuk menyelesaikan permasalahan di perusahaan.
sistem informasi akuntansi biasanya di gunakan untuk memecahkan masalah keuangan dalam perusahaan seperti penggajian pegawai,pemasukan dan pengeluaran keuangan perusahaan.biasanya cara penanganan masalahnya melalui bentuk flowchart atau dfd.

flowchart pembelian


langkah langkah pembelian :
1.pembeli memesan barang
2.cek barang di data base
3.jika harga barang sesuai maka ke proses selanjutnya
4.jika harga barang tidak sesuai proses di batalkan
5.cetak kuintansi dan kirim barang
6.pembayaran tunai

penipuan dan pengamanan komputer

PENIPUAN DAN PENGAMANAN KOMPUTER
Penipuan adalah sesuatu atau segala sesuatu yang digunakan oleh seseorang untuk memperoleh keuntungan secara tidak adil terhadap orang lain. Tindakan curang meliputi kebohongan, penyembunyian kebenaran, muslihat, dan kelicikan, dan tindakan tersebut sering mencakup pelanggaran kepercayaan.

Baik seseorang di dalam suatu organisasi maupun pihak eksternal dapat melakukan penipuan. Penipuan internal dapat dibedakan menjadi dua kategori: penggelapan asset dan penipuan pelaporan keuangan. Penggelapan asset, atau penipuan pegawai, dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang untuk keuntungan keuangan pribadi.
Penipuan pelaporan keuangan sebagai tindakan yang sembrono atau disengaja, baik melalui tindakan atau penghilangan, yang menghasilkan laporan keuangan yang menyesatkan secara material.

PROSES PENIPUAN
Tiga karakteristik yang sering dihubungkan kebanyakan penipuan, yaitu:
1. Pencurian sesuatu yang berharga, seperti uang tunai, persediaan, peralatan, atau data.
2. Konversi asset yang dicuri ke dalam uang tunai.
3. Penyembunyian kejahatan untuk menghindari pendeteksian.
MENCEGAH DAN MENDETEKSI PENIPUAN KOMPUTER
Langkah-langkah untuk meningkatkan integritas pegawai dan mengurangi kemungkinan terjadinya penipuan oleh pegawai melalui cara yang dijelaskan dalam bagian berikut ini:
1. menggunakan cara-cara yang benar dalam mempekerjakan dan memecat pegawai,
2. mengatur para pegawai yang merasa tidak puas,
3. melatih para pegawai mengenai standar keamanan dan pencegahan terhadap penipuan,
4. mengelola dan menelusuri lisensi software
5. meminta menandatangani perjanjian kerahasiaan kerja,
6. meningkatkan kesulitan melakukan penipuan,
7. mengembangkan sistem pengendalian internal yang kuat,
8. memisahkan tugas,
9. meminta pegawai mengambil cuti dan melakukan rotasi pekerjaan,
10. membatasi akses ke perlengkapan komputer dan file data,
11. mengenkripsi data dan program,
12. mengamankan saluran telepon,
13. mengamankan sistem dari virus,
14. mengendalikan data yang sensitif,
15. mengendalikan komputer laptop,
16. mengawasi informasi hacker,
17. memperbaiki metode deteksi,
18. sering melakukan audit,
19. mempekerjakan pegawai khusus untuk keamanan komputer,
20. membuat saluran khusus untuk pengaduan penipuan,
21. mempekerjakan konsultan komputer,
22. mengawasi kegiatan sistem,
23. mempekerjakan akuntan forensic,
24. menggunakan software pendeteksi penipuan,
25. mengurangi kerugian akibat dari penipuan, dan
26. menuntut dan memenjarakan pelaku penipuan.

Sabtu, 29 Oktober 2011

e-comerce dan e- business

E-commerce berarti transaksi bisnis melalui internet di mana pihak-pihak yang terlibat melakukan penjualan atau pembelian. Transaksi yang dilakukan dalam e-commerce pada dasarnya melibatkan pengalihan (transfer) atau penyerahterimaan (handing over) kepemilikan dan hak atas produk atau jasa. E-business lebih mengenai pembuatan produk besar, ide kreatif dan pemberian layanan yang bermutu, perencanaan pemasaran produk dan pelaksanaannya. Jadi, tentu saja, e-commerce merupakan bagian takterpisahkan dari proses e-business, namun dalam kerangka terbatas,
E-business lebih mengenai pembuatan produk besar, ide kreatif dan pemberian layanan yang bermutu, perencanaan pemasaran produk dan pelaksanaannya. Jadi, tentu saja, e-commerce merupakan bagian takterpisahkan dari proses e-business, namun dalam kerangka terbatas,

PENGAWSAN EMAIL PEGAWAI

1. Sejauh mana manajemen seharusnya mengawasi email pegawai ?
2. Sejauh mana manajemen seharusnya mengawasi website yg dikunjungi pegawai ?
3. Sejauh mana manajemen seharusnya mengawasi kinerja pegawai dengan, contohnya menggunakan software untuk menelusuri key stoke per jamnya, atau dengan unit waktu lainnya? Apabila informasi seperti itu dikumpulkan, bagaimaa seharusnya pemakaiannya ?
4. Haruskah perusahaan mempergunakan software untuk secara elektronik menghapus jejak email ?
5. Dalam situasi apa dan untuk siapa sebuah perusahaan dapat menyebarkan informasi yang dikumpulkan tentang orang-orang yang mengunjungi website mereka ?

JAWAB:
1. Penting dan sangat diperlukan untuk menunjang kinerja para pegawai dalam melaksanakan tugasnya lalu dapat mempermudah dalam pelaksanaan pengawasan pekerja, dimana pegawai bisa mengirim laporan - laporan melalui e-mail.
2. Manajemen seharusnya mengawasi web yang dikunjunigi pegawai untuk mengetahui website apa saja yang dibuka oleh pegawainya.
3. Dalam konteks software sangat dibutuhkan untuk menunjang pengawasan bagi para pegawai seperti dalam hal absensi.Dengan adanya software penunjang seperti itu perusahaan bisa tahu siapa - siapa saja pegawai yang masuk kerja dan yang tidak hadir.
4. Tidak. Karna perusahaan perlu mengetahui jejeak email para pegawainya.
5. Pada saat promosi perusahaan.